Sabtu, 11 Juni 2011

RPP,HAND OUT DAN SILABUS STATIKA BANGUNAN


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
  
   SATUAN PENDIDIKAN   : SMK Teknik Bangunan
   MATA PELAJARAN         : Statika Bangunan
   KELAS/SEMESTER          : X/A 
   PERTEMUAN KE             : 3
  ALOKASI WAKTU : 1 X 30 menit
                        
 

A.     Standar Kompetensi
Menerapkan ilmu statika dan tegangan

B. Kompetensi Dasar :
Memahami prinsip kerja aksi-reaksi pada kesetimbangan gaya.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi :

    1. Aspek Kognitif
a.  Siswa dapat menjelaskan gaya lintang, gaya normal  dan momen akibat beban merata
b.  Siswa dapat menghitung reaksi tumpuan akibat beban merata
c.  Siswa dapat menghitung gaya lintang akibat beban merata
d.  Siswa dapat menghitung gaya normal akibat beban merata
e.  Siswa dapat menghitung momen akibat beban merata
f.    Siswa dapat menentukan letak momen maksimal akibat beban merata
g.  Siswa dapat menentukan momen maksimal akibat beban merata.

    2.  Aspek Psikomotor
a.      Siswa dapat menggambar diagram gaya lintang dan momen akibat beban merata.
   3. Aspek Afektif
       a. Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar
       b. Siswa disiplin dalam mengikuti kegiatan Proses Belajar Mengajar
     
D. Tujuan :
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa dapat :
1)      Menjelaskan gaya lintang, gaya normal dan momen akibat beban merata
2)      Menghitung reaksi tumpuan akibat beban merata
3)      Menghitung gaya lintang akibat beban merata
4)      Siswa dapat menghitung gaya normal akibat beban merata
5)      Menghitung momen akibat beban merata
6)      Menentukan letak momen maksimal akibat beban merata
7)      Menentukan momen maksimal akibat beban merata.
8)      Siswa dapat menggambar diagram gaya lintang dan momen akibat beban merata.

E. MATERI  AJAR

Dalam ilmu statika ada beberapa gaya yang dikenal, antara lain gaya lintang, gaya normal  dan momen gaya. Sebelum menentukan gaya- gaya tersebut, kita harus terlebih dahulu menentukan reaksi tumpuan akibat beban yang bekerja pada batang/ penampang. Reaksi tumpuan adalah gaya yang timbul akibat adanya aksi dari beban yang bekerja pada batang atau yang dikenal juga dengan istilah reaksi. Jadi reaksi ada setelah mendapatkan aksi.
Gaya lintang (L) adalah gaya yang bekerja tegak lurus terhadap penampang/batang. Gaya normal (N) adalah gaya yang bekerja sejajar terhadap penampang/batang, sedangkan momen merupakan perkalian antara gaya yang bekerja dengan jarak gaya ditinjau dari masing-masing titik yang diukur tegak lurus terhadap gaya tersebut.
Persamaan umum yang digunakan untuk menghitung gaya- gaya yang bekerja pada penampang/ batang dapat dilihat dari contoh soal berikut ini:



 

x




·        Reaksi Tumpuan (R)
∑MB = 0
RA.L – q.L.1/2 L = 0
RA = q.L.1/2L
               L
RA = q.1/2L atau RA = ½ q .L
RA = RB

·        Gaya Lintang (V)
Vx = RA-q .x
X adalah panjang q yang ditinjau dihitung dari RA.
·        Gaya Normal (N)
Karena pada penampang di atas tidak ada gaya yang horizontal, maka gaya normal sama dengan nol.
·        Momen Gaya (M)
M = Gaya . jarak
MA = 0
Mx = RA . x – ½ qx2
Untuk menentukan MMax , maka V = 0
RA – q.x = 0
X = RA/q

F. Metode Pembelajaran :
     Ceramah, tanya jawab dan demontrasi



G. Kegiatan Pembelajaran

NO

Kegiatan Pembelajaran
Metode
Pembelajaran
Alokasi waktu (menit)

Alat Bantu
1
a.  Pendahuluan
1)       Salam pembuka
2)      Membaca doa
3)      Mengambil absen
4)      Memusatkan perhatian peserta didik
5)       Menyampaikan tujuan pembelajaran

·    Ceramah
·    Tanya /jawab



5



-

2
b.  Kegiatan Inti Pembelajaran
1)      Menjelaskan gaya-gaya yang bekerja pada batang/penampang
2)      Menjelaskan cara menghitung reaksi tumpuan dengan contoh soal
3)      Menjelaskan cara menghitung gaya lintang dengan contoh soal
4)      Menjelaskan cara menghitung gaya normal dengan contoh soal
5)      Menjelaskan cara menghitung momen gaya dan momen maximum dengan contoh soal
6)      Menjelaskan cara menggambar diagram gaya.
7)      Menunjuk salah seorang siswa untuk menyelesaikan contoh soal yang diberikan.







·    Ceramah
·    Demontrasi
·    Tanya jawab







20








Papan tulis
Media gambar
 3
c.  Penutup
1)     Mengevaluasi pekerjaan siswa.
2)     Merangkum dan menyimpulkan materi yang telah  disampaikan
3)     Memberikan PR untuk siswa.


·      Ceramah
·      Tanya/jawab



5


-









H. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
1.      Tanya jawab lansung
2.      Tugas


 





q = 1x
L = 8
x = angka terakhir dari nomor induk siswa
Hitung :
a.        Reasi tumpuan (R)
b.      Gaya lintang  (V)
c.       Gaya normal (N)
d.      Momen gaya yang bekerja
e.       Gambarkan diagram gaya lintang dan momen akibat beban merata.

3.      Keaktifan
4.      Catatan.

I. Sumber Pembelajaran
   A.  Hand Out
   B.  Modul
   C.  Buku-Buku Referensi
   dosen pembimbing .2006.  catacan kuliah mekanika terapan.fakultas tekni
                                          FT unp.
Arief Darmali dan Ichwan. 1979. Ilmu Gaya Sipil 1. Jakarta : Direktorat
PMK, Depdikbud.
_____________________. 1979. Ilmu Gaya Sipil 2. Jakarta : Direktorat
PMK, Depdikbud.
Bustam Husin, 1989. Mekanika Teknik Statis Tertentu. Jakarta : Asona.
Hand Out
Waktu : 1 x 30 menit
Mata Pelajaran      :  Statika Bangunan
Judul   : gaya dan momen
Program Keahlian : Teknik Bangunan
Topik   : gaya dan mommen pada beban merata


1. Tujuan :
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa dapat :
1)      Menjelaskan gaya lintang, gaya normal dan momen akibat beban merata
2)      Menghitung reaksi tumpuan akibat beban merata
3)      Menghitung gaya lintang akibat beban merata
4)      Siswa dapat menghitung gaya normal akibat beban merata
5)      Menghitung momen akibat beban merata
6)      Menentukan letak momen maksimal akibat beban merata
7)      Menentukan momen maksimal akibat beban merata.
8)      Siswa dapat menggambar diagram gaya lintang dan momen akibat beban merata.

2. MATERI  AJAR

Dalam ilmu statika ada beberapa gaya yang dikenal, antara lain gaya lintang, gaya normal  dan momen gaya. Sebelum menentukan gaya- gaya tersebut, kita harus terlebih dahulu menentukan reaksi tumpuan akibat beban yang bekerja pada batang/ penampang. Reaksi tumpuan adalah gaya yang timbul akibat adanya aksi dari beban yang bekerja pada batang atau yang dikenal juga dengan istilah reaksi. Jadi reaksi ada setelah mendapatkan aksi.
Gaya lintang (L) adalah gaya yang bekerja tegak lurus terhadap penampang/batang. Gaya normal (N) adalah gaya yang bekerja sejajar terhadap penampang/batang, sedangkan momen merupakan perkalian antara gaya yang bekerja dengan jarak gaya ditinjau dari masing-masing titik yang diukur tegak lurus terhadap gaya tersebut.
Persamaan umum yang digunakan untuk menghitung gaya- gaya yang bekerja pada penampang/ batang dapat dilihat dari contoh soal berikut ini:



 

x




·        Reaksi Tumpuan (R)
∑MB = 0
RA.L – q.L.1/2 L = 0
RA = q.L.1/2L
               L
RA = q.1/2L atau RA = ½ q .L
RA = RB

·        Gaya Lintang (V)
Vx = RA-q .x
X adalah panjang q yang ditinjau dihitung dari RA.
·        Gaya Normal (N)
Karena pada penampang di atas tidak ada gaya yang horizontal, maka gaya normal sama dengan nol.
·        Momen Gaya (M)
M = Gaya . jarak
MA = 0
Mx = RA . x – ½ qx2
Untuk menentukan MMax , maka V = 0
RA – q.x = 0
X = RA/q

3. Kesimpulan
            Perhitungan gaya dan momen pada beban merata merupakan perhitungan sederhana dan merupakan dasar dalam perhitungan gaya-gaya dan momen yang bekerja pada struktur bangunan.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN
Mekanika Statistika
Kode / SKS : KD-031312 / 2 SKS……………………….
MINGGU
KE
POKOK BAHASAN
SUB POKOK BAHASAN
SASARAN BELAJAR
MEDIA
TUGAS
REFE-RENSI
1
Pengenalan tipe struktur dan tipe perletakan
1.  Tipe struktur
·        Rangka batang
·        Balok
·        Portal
2.  Tipe dan perilaku perletakan
·        Perletakan rol
·        Perletakan sendi
·        Perletakan jepit

Mahasiswa memahami berbagai tipe struktur dalam T. Sipil.
Mahasiswa memahami perilaku perletakan dan reaksi pada masing-masing perletakan
Papan tulis, OHP

1,2,3,4
2
Gaya
1.      Sifat-sifat gaya
2.      Tipe gaya
3.      Kesetimbangan gaya-gaya
Mahasiswa memahami dan dapat menghitung dengan metode kesetimbangan gaya

Papan tulis, OHP

Latihan soal
1,2,3,4
3
Gaya
1.      Resultan gaya
2.      Menguraikan gaya menurut garis kerja gaya
3.      Metode grafis untuk mencari resultan gaya
4.      Metode analitis untuk menccari resultan gaya

Mahasiswa memahami dan menghitung resultan gaya dengan metode grafis dan analitis
Papan tulis, OHP

1,2,3,4
4
Gaya dalam pada balok dengan beban terpusat dan beban merata
1.      Balok yang menumpu pada 2 perletakan
2.      Balok dengan beban terpusat
3.      Balok dengan beban merata
4.      Gaya-gaya dalam
·         Gaya normal
·         Gaya lintang
·         Momen

Mahasiswa memahami dan menghitung gaya normal, gaya lintang, dan momen akibat beban terpusat dan merata pada balok dengan 2 perletakan
Papan tulis, OHP

1,2,3,4
5
Gaya dalam pada balok dengan beban terpusat dan beban merata
1.      Balok yang menumpu pada 2 perletakan
2.      Balok dengan beban terpusat
3.      Balok dengan beban merata
4.      Gaya-gaya dalam
a.      Gaya normal
b.      Gaya lintang
c.      Momen

Mahasiswa memahami dan menghitung gaya normal, gaya lintang, dan momen akibat beban terpusat dan merata pada balok dengan 2 perletakan
Papan tulis, OHP
Latihan soal
1,2,3,4
6
Gaya dalam pada balok dengan beban terpusat dan beban merata
1.      Balok yang menumpu pada 2 perletakan
2.      Balok dengan beban terpusat
3.      Balok dengan beban merata
4.      Gaya-gaya dalam
a.      Gaya normal
b.      Gaya lintang
c.      Momen

Mahasiswa memahami dan menghitung gaya normal, gaya lintang, dan momen akibat beban terpusat dan merata pada balok dengan 2 perletakan
Papan tulis, OHP

1,2,3,4
7
Gaya dalam pada balok dengan beban terpusat dan beban merata
1.      Balok dengan perletakan jepit
2.      Balok dengan kantilever
3.      Balok miring
Mahasiswa memahami dan dapat menghitung gaya dalam akibat beban terpusat dan merata pada balok dengan perletakan jepit, balok kantilever, dan balok miring

Papan tulis, OHP

1,2,3,4
8
Gaya dalam pada balok dengan beban terpusat dan beban merata
1.      Balok dengan perletakan jepit
2.      Balok dengan kantilever
3.      Balok miring
Mahasiswa memahami dan dapat menghitung gaya dalam akibat beban terpusat dan merata pada balok dengan perletakan jepit, balok kantilever, dan balok miring

Papan tulis, OHP

1,2,3,4
9
Balok menerus statis tertentu
Gaya dalam pada balok gerber
Mahasiswa memahami dan dapat menghitung gaya dalam pada balok gerber

Papan tulis, OHP
Latihan soal
1,2,3,4
10
Portal dan pelengkung tiga sendi
Gaya dalam pada portal dan pelengkung tiga sendi
Mahasiswa memahami dan dapat menghitung gaya dalam pada portal dan pelengkung tiga sendi

Papan tulis, OHP
Latihan soal
1,2,3,4
11
Rangka Batang
1.      Metode keseimbangan titik simpul
2.      Metode cremona
3.      metode ritter
4.      Metode culman
Mahasiswa memahami dan dapat menghitung dengan menggunakan metode keseimbangan titik simpul, Cremona, Ritter, dan Culman pada rangka batang

Papan tulis, OHP
Latihan soal
1,2,3,4
12
Rangka Batang
1.      Metode keseimbangan titik simpul
2.      Metode cremona
3.      metode ritter
4.      Metode culman
Mahasiswa memahami dan dapat menghitung dengan menggunakan metode keseimbangan titik simpul, Cremona, Ritter, dan Culman pada rangka batang

Papan tulis, OHP
Latihan soal
1,2,3,4
13
Rangka Batang
1.      Metode keseimbangan titik simpul
2.      Metode cremona
3.      metode ritter
4.      Metode culman
Mahasiswa memahami dan dapat menghitung dengan menggunakan metode keseimbangan titik simpul, Cremona, Ritter, dan Culman pada rangka batang

Papan tulis, OHP
Latihan soal
1,2,3,4
14
Rangka Batang
1.      Metode keseimbangan titik simpul
2.      Metode cremona
3.      metode ritter
4.      Metode culman
Mahasiswa memahami dan dapat menghitung dengan menggunakan metode keseimbangan titik simpul, Cremona, Ritter, dan Culman pada rangka batang

Papan tulis, OHP
Latihan soal
1,2,3,4

REFERENSI:
  1. Hibbeler, R. C., “Structure Analysis”, Third Edition, Prentice Hall International, New Jersey, USA, 1995
  2. Hsieh, Yuan-Yu., “Teori Dasar Struktur” Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1985
  3. Schodek, D. L., “Struktur”, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1999
  4. Todd, J.D., “Teori dan Analisis Struktur”, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1984


PENILAIAN
Ujian Tengah Semester (UTS)
50 %
Ujian Akhir Semester (UAS)
30 %
Tugas / Responsi
20 %



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar